Apa korelasi karakteristik dari guru efektif dan evaluasi?
Kemampuan seorang guru menyampaikan standart profesional, kemampuan dan harapannya sendiri yang tinggi adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah siswa, orangtua dan pengurus sekolah yang merasa perlu mempertanyakan keputusan pendidikan tersebut.
Evaluasi tidak hanya terjadi dan tidak sekedar murni objektif dan bebas dari noda persepsi. evaluasi selalu terjadi di dalam suatu area sosio historis yang lebih luas, sering melibatkan hubungansosial yang rumit, sehingga mungkin tidak begitu jelas bagi pengamat yang seenaknya. evaluasi siswa selalu berlangsung jauh lebih lancardan tidak sulit kalau ada relasi positif diantara guru, siswa dan oarngtua. seoarang guru mengolah rasa percaya di kalangan anggota komunitas tanpa sengaja mendorong komunitas itu mempercayai dirinya atau prosedur penilaian dan keputusan pendidikan.
Guru mungkin merasa aman kalau mereka berlindung di balik perilaku siswa yang bermutu- dan memang, harus sering berbuat demikian untuk melindungi profesi mereka sendiri; bagaimanapun juga pengajaran yang efektif juga suatu upaya keras antar pribadi.
Pepatah mengatakan "Tak seoarangpun pemperhatikan meja panjang yang bersih, justru yang kotor" ungkapan ini punya implikasi untuk profesi pendidik. seoarng guru dapat menguasai seni mengajar, tetapi sekali saja salah menggunakannnya - atau satu persepsi bahwa ada kejadian yang tidak beres bagi masyarakat dan stakeholder sekolah itu sudah cukup untuk tidak lagi mempercayai komptensi profesional guru itu dan menginterpretasikan kembaliu kejadian itu agar cocok dengan skema mental yang baru mereka bentuk. Persepsi adalah suatu lerengan yang licin, kareana orang cenderung mencari bukti yang menegaskan untuk dihadapkan dengan hal-hal yang mereka sukai. kalau masyarakat menganggap seoarang guru mampu dan dapat dipercaya, maka orangtua siswa dan pengurus sekoah biasanya merasa tidak perlu mempertanyakan praktik pembelajaran guru tersebut. pendek kata persepsi punya kecenderungan untuk menjadi kenyataan.
Guru harus mengetahui semua komponen dari perilaku profesioanal mereka, karena kalau benih keraguan dan kecurigaan ditanamkan kedalam pikiran banyak orang, semua aspek prestasi guru mungkin saja dipertanyakan, meskipun semua guru mempelajari teori pendidikan dan teknik pendidikan yang sama.
Menurut Allex shirran(2008) dalam bukunya "Evaluating Student", ciri-ciri guru yang efektif sebagai berikut:
- guru punya kadar pengetahuan yang maju di bidang mata pelajaran itu.
- guru berpengalaman mengajar paling sedikit tiga tahun
- ucapan guru jelas
- guru antusias
- guru peduli
- guru ceria dan santai
- guru suka bekerjasama dengan guru lain dan orangtua siswa
- guru menunjukkan niat untuk memajukan pendidikan atau mempertbaiki kecakapan mengajarnya.
- guru mempunyai kelas yang secara strukturak teratur baik untuk memaksimalkan waktu mengajar.
- guru menempelkan aturan pada dinding kelas.
- guru memajang hasil pekerjaan siswa.
- menjaga agar waktu transisi antar kegiatan sedikit mungkin.
- masuk kelas dalam keadaan siap.
- guru memberi dorongan positif.
- guru memonitor dan menangani gangguan kecil di kelas.
- guru suka berkeliling di ruangan kelas.
- guru mendiplinkan siswa secara adil dan wajar.
- guru menyampaikan harapan akademik yang tinggi bagi semua siswa.
- guru menunjukkan suatu tingkat perencanaan dan organisasi yang tinggi.
- guru mengajar berdasarkan praktik dan teori mengajar yang kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar